[Review Lengkap] Wisata Gunung Bromo

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
gunung bromo

Hai traveller, welcome to our article.

Assalamuallaikum dan salam sejahtera untuk kita semua.

Gunung ini cukup terkenal di Indonesia maupun mancanegara karena keindahan sunrise-nya. Gunung apa sih itu? Yupp Gunung ini adalah Gunung Bromo. Kalian pasti sudah familiar dengan gunung ini kan, atau bahkan kalian sudah pernah kesana ? tapi kalian tau gak sih darimana asal nama gunung bromo dan bagaimana sejarah pada zaman dahulu tentang gunung bromo?

Well jika kalian belum tau disini kami akan ulas beberapa informasi mengenai gunung bromo yang mungkin belum kalian tau. So baca terus yaa dan semoga bermanfaat.

[Review Lengkap] Wisata Gunung Bromo

Gunung Bromo adalah salah satu gunung aktif di Indonesia dan menjadi obyek wisata karena keindahannya dan juga memiliki spot yang baik untuk melihat sunrise. Gunung Bromo memiliki sejarah cerita / legenda yang dipercayai oleh masyarakat tengger dan mulai terkenal di masyarakat luas. Berikut kami adalah informasi mengenai gunung bromo.

  • Asal nama Gunung Bromo.

Gunung Bromo (berasal dari bahasa SanskertaBrahma, salah seorang Dewa Utama dalam agama Hindu) atau dalam bahasa Tengger dieja “Brama

  • Letak dan ketinggian.

Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten ProbolinggoKabupaten PasuruanKabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru..

  • Sejarah Gunung Bromo

pada jaman dahulu kala ketika kerajaan majapahit mengalami serangan dari berbagai daerah penduduk pribumi kebingungan untuk mencari tempat tinggal hingga pada akhirnya mereka terpisah menjadi 2 bagian yan pertama menuju ke gunung Bromo, kedua menuju Bali. Ke 2 tempat ini sampai sekarang mempunyai 2 kesamaan yaitu sama – sama menganut kepercayaan beragama Hindu. Disebut suku Tengger di kawasan Gunung Bromo, Nama Tengger berasal dari Legenda Roro Anteng juga Joko Seger yang diyakini sebagai asal usul nama Tengger itu. “Teng” akhiran nama Roro An-”teng” dan “ger” akhiran nama dari Joko Se-”ger” dan Gunung Bromo sendiri dipercaya sebagai gunung suci.

Mereka menyebutnya sebagai Gunung Brahma. orang Jawa kemudian menyebutnya Gunung Bromo. Roro Anteng adalah gadis cantik jelita yang lahir di desa tersebut, dinamakan Roro Anteng karena ketika dilahirkan ia tidak menangis seperti bayi pada umumnya dalam bahasa jawa Roro berarti Perempuan dan Anteng berarti Diam / tidak banyak bertingkah.

Karena kecantikannya ia jadi sangat terkenal dan banyak sekali lelaki yang melamarnya, tetapi Roro Anteng menolak semua lamaran itu karena ia telah tepikat hati seorang lelaki bernama Joko Seger. Joko Seger adalah lelaki yang lahir dengan jeritan dan tangisan yang sangat keras dan kuat maka dari itu ia dinamakan Joko Seger yang dalam bahasa jawa Joko berarti laki-laki dan Seger berarti Segar / kuat. Salah satu pria yang melamar Roro Anteng adalah bajak sakti.

Karena Roro Anteng tidak suka dengan bajak tersebut Roro Anteng menolak dengan halus dengan cara memberi syarat yang sedikit tidak masuk akal, yaitu mengubah bromo menjadi lautan dan harus dilakukan saat matahari terbenam dan selesai sebelum matahari terbit. Bajak menyanggupi permintaan Roro Anteng dan mengerjakan itu semua hanya dengan batok kelapa.

Roro Anteng yang melihat pekerjaan sang bajak pun mulai gelisah karena ia dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan tepat waktu akhirnya Roro pun mempunyai akal untuk menggagalkan pekerjaan tersebut dengan cara menumbuk padi sampai ayam berkokok dan menunjukkan waktu terbitnya matahari.

Bajak yang mengetahui bahwa kesempatannya telah habis meskipun matahari belum terbit pun marah dan meluapkan emosinya dengan melemparkan batok kelapanya tadi dan akhirnya batok tersebut tengkurap disebelah gunung bromo dan berubah menjadi gunung batok.

Beberapa hari kemudian Roro Anteng dan Joko Seger menikah. Setelah bertahun tahun menikah mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Pada akhirnya mereka mendaki kawah gunung bromo dan bersemedi, tiba – tiba mereka mendengar suara yang membuktikan bahwa doanya terkabul, namun dewa tersebut meminta imbalan jika mereka telah memiliki keturunan maka anak terakhir harus dikorbankan, ia menyanggupi permintaan tersebut.

Setelah itu akhirnya Roro Anteng dan Joko Seger dikaruniai 25 orang anak, namun mereka tidak tega memberikan anak terakhirnya yang bernama Kusuma. Karena mereka ingkar janji maka dewa pun marah dan membuat petaka besar. Dan kusuma pun hilang terseret masuk kedalam kawah bromo.

Maka dari itu setiap bulan Kasada hari ke 14 warga tengger mengadakan upacara sesaji berupa hasil pribumi untuk diserahkan kepada Syah Hyang Widi yang telah menyelamatkan bumi. Dan upacara ini disebut upacara Kasada dan diikuti oleh warga tengger hingga saat ini.

  • Tempat wisata Gunung Bromo
  1. Gunung Pananjakan

Gunung bromo adalah salah satu tempat terbaik untuk melihat sunrise. Untuk melihat sunrise pengunjung harus menaiki puncak pananjakan dengan menggunakan jeep pada pukul 03.00 dari tempat anda menginap di kawasan gunung bromo. Sambil menunggu sunrise pengunjung bisa menikmati coffe break yang tersedia disana dan juga solat bagi yang muslim.

  1. Bukit Cinta

Bukit cinta adalah tempat ke2 untuk melihat sunrise dengan pemandangan gunung butak, bromo, semeru.

  1. Caldera / pasir berbisik

caldera atau pasir berbisik adalah lautan pasir yang kita lalui pada saat menuju kawah bromo dari puncak pananjakan. Disini wisatawan dapat melihat lautan pasir dan mendengar pasir pasir tersebut seperti berbisik yang sangat luas seperti di padang pasir, mesir.

  1. Kawah Bromo

Setelah melewati pasir berbisik wisatawan akan mengunjungi kawah bromo dengan berjalan kaki dan menaiki tangga sekitar 250 anak tangga dan jika tidak ingin jalan kaki untuk sampai di kawah anda bisa menyewa kuda yang telah disediakan disana. Pada saat perjalanan menuju kawah wisatawan akan melewati pura yang biasa digunakan masyarakat tengger untuk upacara Yadya Kasada.

  1. Bukit Teletubies

Bukit teletubies ini adalah savanna yang dikelilingi oleh bukit bukit yang ada di gunung bromo, karena pemandangannya yang sama seperti bukit yang ada di film anak-anak teletubies maka warga sekitar menamainya dengan bukit teletubies.

  1. Wisata Agro

Pada saat perjalanan kembali dari kawah gunung bromo wisatawna dapat mengunjungi wisata agro milik warga yang ada disekitar gunung bromo seperti stroberi, kopi, dll.

  • Jalur yang dilewati

Untuk menuju bromo ada 3 jalur, yaitu malang, probolinggo, dan Surabaya.

  1. Untuk jalur Malang, dari arah tumpang dengan jarak 57.8 km dan waktu 2,5 jam
  2. Untuk jalur Probolinggo, dari jln raya pantura dengan jarak 130km dan waktu 4,5 jam
  3. Untuk jalur Surabaya, dari jln raya malang dengan jarak 114km dan waktu 4 jam
  • Tiket Masuk

Domestic :  Rp. 17.500 (weekday) / Rp. 32.500 (weekend)

Foreigner : Rp. 217.500 (weekday) / Rp. 317.500 (weekend)

Gunung Bromo tidak hanya menjadi tempat wisata saja tapi juga bisa menjadi referensi anda yang ingin foto prewedding dengan background pemandangan gunung bromo.

Itu tadi adalah beberapa informasi yang bisa kami bagikan kepada anda para traveller. Semoga bermanfaat dan semoga bisa menjadi referensi liburan anda bersama keluarga, teman, dan sahabat.

ERC Trans

ERC Trans

Perusahaan tour & travel profesional di Malang. Kami melayani rental mobil + driver dan juga paket wisata Malang, Batu, & Bromo. Dapatkan pengalaman menyenangkan bersama ERC Trans.

Leave a Replay